NAMA
: YOVITA PORSIANA NANA
KELAS
: A
NIM
: 13115049
POTRET BURAM PENDIDIKAN KITA
Sejak dahulu ,nenek moyang kita
sudah menulis pada batu,daun atau pun kayu dan pohon.instrumenn yang dipakai
jelas akan lapuk seiring berjalannya waktu.
Seiring berjalannya waktu,sekelompok orang mulai mendirikan tempat belajar yang
keudian menampung banyak orang . disitulah mereka belajar baca dan tulis serta
ilmu pengetahuan lainnya,walaupun masih sederhana.
Pada zaman belannda,hampir tidak ada sekolah untuk pribumi.pemerintah belanda
melarang yang kita kenal sebagai pencipta indonesia raya saja mnambahakan kata
rudolf di belakang namanya agar tidak diketahui bahwa ia orang pribumi sehingga
ia dapat bersekolah. Namun lambat laun di ketahui ,dan beliau di keluarkan dari
sekolah.
Ketika penjajahan semakin menekan dan masyarakat semakin menderita ,maka
sadralah bangsa kita bahwa kita mudah di bodohi sebap tak punya pengetahuan
sebagai dasar kuat dan sekolah-sekolah mulai di dirikan.sekolah-sekolah yang di
tutup jepang kemudian di buka lagi.dan titik kemerdekaan mulai nampak.tentara
jepang merasa terdesak dan tertantang. Alhasil,kita dapat meraih kemerdekaan .bukan
semata-mata karena perang gerilya dengan bambu runcing,namun pemuda kita punya
senjata dan strategi yang lebih halus namun mematikan untuk mengusir penjajah.
Lalu bagaimana skarang? Pada zaman ini dunia sudah selebar daun kelor.informasi
mudah di dapat. Apa yang di dapat apa yang terjadi di negara lain,bisa dengan
gampang kita akses dari ‘’om Google’’. Perkembangan puntak kalah hebatnya.
Tak hanya itu. Ada buku elektronik video pendidikan,mesin penrjemah,serta
sarana lain yang memberikan kemudahan untuk belajar dan mencari tahu yang lbih
banyak lagi
Sayangnya,semuanya itu membuat kita menjadi malas. Fasilitas memadai,namun kita
sering bermaental instan.kita tidak mau menerima umpan dan mata kail . kita mau
ikan. Penyelesaian tugas sekolah atau kuliah cukup di cari di google ,copy
paste,edit dan ganti nama.tak jarang giru dan dosen mengharuskan tugas rumah di
tulis tangan.kita lantas mengeluh,’’ni dosen seperti sonde kenal teknologi
sa...materi banyak begini suruh tulis tangan ...kowh ketik sa kenapa eeee’’?
Namun,pendidikan sebenarnya mau melatih kita untuk lebih bertangguny jawab.
NNT
sering dilihat sebelah mata dalam hal pendidikan.kelulusan kita tiap tahun
tidak setingkat daerah-daerah lainnya.kita pun di anggap tertinggal dalam hal
pendidikan dan kita masih miskin dalam SDM.
Ketika berbicara mengenai pendidikan,tentu banyak komponen yang bermain di
dalamnya seperti orangtua sebagai pendidik utama ,guru sebagai pendidik
lanjutan ,serta pemerintah sebagai pengatur .ketika komponen ini tentu harus
saling melengkapi.
Lalu bagaimana dengan orangtua? Peran orang tua adalah mengawasi serta
mendorong minat anak untuk berusaha.ibu saya selalu membantu dan menemani saya
membuat PR ketika tengah berkumpul bersama di ruang makan.ayah selalu bertanya
“tadi berapa guru (datau dosen) yang tidak masuk kelas,ada PR ?’’ sebenarnya
ungkapan –ungkapan diatas merupakan bukti keterlibatan orang tua secara penuh
dalam pendidikan anak.mereka tidak hanya membiayayi namun ikut berjung bersama
anak.
Namun yang sering terjadi justru sebaliknya. Guru-guru modern kadang mesti
diberi pelicin untuk menjalankan tugasnya.jika tidak,’’aaaah,untuk apa? Tidak
ada untungnya bagi saya ‘’.dana beasiswa yang diperuntukan bagi siswa mampu
berekonomi lemah,malah di lahap oknum-oknum tak bertanggung jawab.
Sisiwa dan mahasiswapun jarang memberikan konstribusi
yang baik dalam pendidikan lihat saja tas-tas kulih atau sekolah yang
seharusnya penuh berisi buku malah di dominasi oleh barang barang tidak
berguna.waktu kosong di kelas bukan diisi dengan belajar atau keperpustakaan
namun lebih banyak dengan bercerita telponan atau sms-an .
Coba kita ke kampung.disana da banyak sekali anak seusia kita yang tidak
sekolah .hari-hari mereka di lewati dengan bekerja di sawah ,kebun atau pun
pada angkutan.mereka tidak bodoh.mereka hanya tidak memiliki kesempatanuntuk
sekolah seperti kita.
Untuk mencapai keberhasilan,perlu di tunjang dengan pengorbanan dean krja keras
nenek moyang kita saja punya semangat belajar yang berapi-apiuntuk belajar
walaupun dengan sarana yang masih sangat sederhana.dengan pendidikan ,pemuda
zaman perang mampu menggusir penjajah dan membela bangsa .dengan pendidikan pun
kita mampu membawa NTT menuju
perubahan.
Alamat blog;vitanana.blogspot.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar