Perkembangan Peserta
Didik
Oleh:
Ferdi Ferianto Kadafuk
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Tiap pendidik bertugas untuk
membimbing dan mengarahkan perkembangan pribadi,perkembangan mental dan moral
anak didik. Anak didik adalah obyek dan subyek sekaligus dalam pendidikan.
Dengan demikian, dapat dikatakan
bahwa tiap pendidik adalah orang yang selalu menggumuli psikologi
pendidikan,karena segala tindakannya dalam proses pendidikan yang dilakukan
berdasarkan atas suatu pandangan atau keyakinan yang bersifat psikologis.
Maka dari itu, penulis akan
mencoba mendefinisikan apa itu perkembangan dan pandangan perkembangan kognitif
menurut Jean Piaget.
B. Tujuan
1.
Mengetahui
pengertian perkembangan.
2.
Mempelajari
tentang pandangan perkembangan kognitif menurut Jean Piaget
3.
Memberikan
informasi kepada pembaca terutama calon guru sehingga dapat mengetahui
pentingnya mempelajari peserta didik.
ISI
A.
PERKEMBANGAN
DEFINISI
PERKEMBANGAN
·
Perkembangan merupakan pola perkembangan
individu yang berawal pada konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat dan
bersifat involusi ( Santrok Yussen. 1992). Dengan demikian perkembangan
berlangsung dari proses terbentuknya individu dari proses bertemunya sperma
dengan sel telur dan berlangsung sampai akhir hayat yang mengakibatkan adanya
perubahan dalam diri individu.
·
Perkembangan merupakan serangkaian perubahan
progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman dan
terdiri atas serangkaian perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif (
E.B. Harlock ). Dimaksudkan bahwa perkembangan merupakan proses perubahan
individu yang terjadi dari kematangan (kemampuan seseorang sesuai usia normal)
dan pengalaman yang merupakan interaksi antara individu dengan lingkungan
sekitar yang menyebabkan perubahan pada diri individu tersebut.
·
Perkembangan mengandung makna adanya pemunculan
sifat-sifat yang baru, yang berbeda dari sebelumnya ( Kasiram, 1983 : 23), mengandung
arti bahwa perkembangan merupakan perubahan sifat individu menuju kesempurnaan
yang merupakan penyempurnaan dari sifat-sifat sebelumnya.
·
Dari pendapat para ahli diatas dapat
disimpulkan bahwa pengertian perkembangan yaitu suatu proses untuk menjadi lebih baik yang terjadi dari proses
terbentuknya individu sampai akhir hayat dan berlangsung secara terus menerus.
B.
PANDANGAN
PIAGET TENTANG PERKEMBANGAN KOGNITIF
Lahir
pada tahun 1896 di Swiss. Ia bekerja pada Instutut Rousseau untuk penelitian
anak di Genewa. Jean Piaget, merancang model yang mendeskripsikan bagaimana
manusia memahami dunianya dengan mengumpulkan dan mengorganisasikan informasi.
Menurut Piaget seperti yang dikutip Woolfolk (2009) perkembangan kognitif
dipengaruhi oleh maturasi (kematangan),
aktivitas dan transmisi sosial. Maturasi atau kematangan berkaitan dengan
perubahan biologis yang terprogram secara genetik. Aktivitas berkaitan dengan
kemampuan untuk menangani lingkungan dan belajar darinya. Transmisi sosial
berkaitan dengan interaksi dengan orang-orang di sekitar dan belajar darinya.
Penelitian Piaget ini memberikan garis besar dalam
system kognitif anak pada tahap –tahap perkembangannya.pada akhirnya Piaget
melihat bahwa pola itu mengikuti sistim sebagai berikut:
|
FASE
PERKEMBANGAN KOGNITIF
|
|
|
UMUR
|
FASE
|
|
0-2 th
|
Sensori - motor
|
|
2-7 th
|
Intuitif atau pra-operasional
|
|
7-11 th
|
Operasi konkrit
|
|
11-16 th
|
Operasi formal
|
Fase
perkembangan kognitif dilalui anak secara berurutan. Dalam tiap fase anak
memerlukan pengalaman secukupnya,disamping itu ia memerlukan waktu yang
secukupnya pula untuk mengolah pengalaman itu.
Sebagai
pendidik kita hendaknya mengetahui “isi” tiap fase tersebut. Dengan demikian
kita akan mengetahui apa yang hendak kita ajarkan dan bagaimana cara
mengajarnya.
A. Fase
Sensori – motor ( umur 0 – 2 tahun)
Aktivitas sensori-motor didasarkan atas pengalaman
langsung melalui panca indra dan lingkungan. Anak terikat pada pengalaman
langsung,tetapi belum dapat mengkelompokkan atau mengkategorikan pengalamannya.
B. Fase
intuitif atau pra – operasional (2-7 tahun)
Anak tidak lagi terikat pada lingkungan sensori yang
dekat. Dalam fase ini kemampuan itu maju pesat. Kesanggupan menyimpan tanggapan
(missal : kata – kata dan bentuk – bentuk tata bahasa). Fase ini penting untuk
perkembangan bahasa. Dianjurkan orang dewasa banyak melakukan komunikasi dengan
anak. Pada fase ini anak telah mampu menerima khayalan dan pengertian yang
tidak logis,ia dapat mempunyai teman khayalan dan tidak terikat pada realitas.
C. Fase
operasi konkrit (7-11 tahun)
Dalam fase konkrit,anak sudah mulai logis cara
berpikirnya,ia mulai mengenal adanya hubungan fungsional.
D. Fase
operasi formal (11-16 tahun)
Fase ini
ditandai dengan masa pubertas,dimana anak – anak dapat mengembangkan pola –pola
berpikir formal sepenuhnya. Mereka dapat menangkap arti ,kesamaan,perbedaan.
C.
Pentingnya
Mempelajari Perkembangan Peserta Didik
Berikut ini adalah beberapa hal yang mendasari
pentingnya mempelajari perkembangan peserta didik. Pertama, kita akan mempunyai
ekspektasi yang nyata tentang peserta didik, misalnya akandiketahui pada umur
berapa peserta didik mulai berbicara dan mulai mampu berpikir abstrak atau akan
diketahui pula pada umur berapa peserta didik tertentu akan memperoleh keterampilan
perilaku dan emosi khusus. Kedua, pengetahuan tentang perkembangan peserta
didik akan membantu kita untuk merespons sebagaimana mestinya pada perilaku tertentu
dari peserta didik. Ketiga,pengetahuan tentang perkembangan peserta didik akan
membantu kita mengenali penyimpangan dari perkembanagan peserta didik itu
sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar