Nama Blog : randymeok.blogspot.com
No regis : 1315047
Kelas : A
MENINGKATKAN SEMANGAT
BELAJAR ANAK
Pada dasarnya manusia merupakan
makhluk pembelajar. Sebagai contoh, bayi di masa petumbuhannya akan mengalami
proses miring, tengkurap, merangkak, berjalan dan akhirnya berlari. Hal ini
semua bisa mereka lalui karena mereka belajar untuk bisa melakukannya. Tidak
ada orang yang memberikan pelajaran bagaimana cara merangkak, atau cara
berdiri. Ketika waktunya sudah tiba, maka anak akan belajar sendiri untuk
melakukannya.
Pada masa-masa pertumbuhannya,
orang tua atau orang-orang terdekat, sering melarang bayi ketika memegang
sesuatu. Seperti contoh ketika bayi di usia satu tahun, mereka sering
memasukkan barang ke mulutnya. Atau ketika mereka melihat sebuah benda, dan
mereka ingin memegangnya, orang tua sering melarang anak melakukannya.
Sayangnya banyak yang tidak menyadari cara mereka melarang anak keliru, seperti
membentak dan memberikan alasan yang tidak jelas. Akibat dari perilaku keliru
ini bisa saja membuat anak malas untuk belajar ke depannya. Ketika anak
memasuki usia sekolah, anak sangat susah untuk diajak belajar mengenal huruf
dan angka atau belajar hal-hal lainnya.
Anehnya ketika anak ditanya masalah
apa yang mereka senangi, mereka akan menjawab dengan antusias. Sebagai contoh
jika dia suka dengan permainan sepakbola dan menyukai salah satu klub, mereka
akan menjawab dengan lantang. Bahkan mereka sangat hafal dengan apa yang
berkaitan dengan klub tersebut baik nama pemain, nomor punggung, bahkan
pelatihnya.
Dengan bukti tersebut, bisa
disimpulkan bahwa anak tidaklah bodoh. Anak dilahirkan dengan kemampuan otak
yang sama sehingga tidak ada kata anak bodoh dan pintar. Hanya saja perlakuan
yang keliru ketika anak dalam masa pertumbuhan seperti yang digambarkan di
ataslah yang membuat anak menjadi malas belajar. Lalu bagaimana menumbuhkan
semangat belajar pada anak dengan kondisi seperti ini? Ada beberapa tips yang
dapat Anda lakukan untuk membuat anak menjadi pribadi yang rajin dalam belajar.
1.
Dimulai dari Orang Tua
Tidak dipungkiri bahwa waktu seorang anak banyak dihabiskan
dengan orang tuanya terutama sang ibu. Jadi Anda sebagai orang tua harus
memulai mengubah hal-hal buruk yang mungkin bisa menjadi contoh yang kurang
baik untuk anak. Contohnya, Anda meminta mereka untuk belajar tapi Anda malah
asyik melihat sinetron. Tidak mungkin anak akan memiliki semangat belajar
karena Anda sudah memberi contoh yang kurang baik. Hindari juga memerintah
dengan kata yang kasar atau kekerasan fisik seperti mencubit. Hal itu bukan
memberikan efek baik tapi anak malah trauma dan membuatnya menjadi pribadi yang
pendiam dan tidak percaya diri.
Ajaklah anak untuk belajar dengan cara yang baik. Lebih
baik lagi jika Anda mendampinginya dan mengajarkan dengan cara yang
menyenangkan. Di usia ini, anak masih dengan dunia permainan. Cobalah untuk
mengajak mereka belajar tapi dibalut dengan permainan. Sehingga mereka tidak
menyadari bahwa mereka sedang belajar melainkan sedang bermain.
2.
Tanya Aktivitasnya di Sekolah
Ketika anak pulang dari sekolah, cobalah tanyakan apa
aktivitas yang membuat dia senang ketika di sekolah. Otomatis anak akan
bercerita mengenai kegiatan apa saja yang membuatnya senang hari itu. Dengan
mengajak anak bercerita hal-hal positif ini, akan menanamkan ke jiwa anak bahwa
sekolah merupakan tempat yang menyenangkan.
Selain itu, mengajak mereka bercerita juga membuat daya
ingat mereka cukup bagus. Bisa jadi dengan aktivitas bertanya yang cukup simpel
ini, membuat anak memiliki hobi bercerita. Tidak hanya bercerita kepada Anda
dan keluarga, mereka bisa bercerita di hadapan banyak orang. Hal ini bisa
menumbuhkan bakat anak yang dapat membuat mereka menjadi anak yang percaya diri
dan tidak minder.
3.
Sugesti Positif
Sugesti positif yang diberikan kepada anak, saat mereka
tidur adalah waktu yang tepat. Ketika anak akan tidur, biasanya ibu akan
membacakan cerita terlebih dahulu. Ketika anak sudah terlelap di alam mimpi,
bisikkan di telinga mereka bahwa belajar merupakan kegiatan yang menyenangkan,
tidak kalah menyenangkan dengan aktivitas bermain. Sugesti ini memang diberikan
kepada anak dalam posisi tidur. Tapi kata-kata yang dibisikkan ini dapat
direkam oleh otak dan masuk ke dalam lubuk hati yang paling dalam. Apalagi
mengucapkannya dengan penuh kasih sayang, maka tanpa mereka sadari sugesti itu
masuk ke dalam alam bawah sadarnya.
Sugesti ini juga bisa diberikan ketika anak dalam keadaan
sadar. Ketika anak membuat sesuatu, berilah mereka pujian. Misalnya ketika dia
menggambar, katakan dengan antusias bahwa gambar mereka bagus. Meskipun
gambarnya hanya sekumpulan garis tak berbentuk, dengan memberikan pujian itu
anak akan merasa dihargai apa yang mereka lakukan. Penghargaan itu akan membuat
anak memiliki rasa percaya diri. Jika anak memberikan hasil gambarnya dan Anda
mengatakan dengan sedikit kasar gambar apa ini, bisa jadi mereka akan menjadi
pribadi yang pemalu dan minder untuk tampil di depan orang.
4.
Pelajaran dan Kegunaannya
Ketika mereka belajar sesuatu, jelaskan bahwa ilmu yang
mereka pelajari memiliki kegunaan untuk hidupnya. Seperti belajar menghitung,
bisa membuat anak menghitung jumlah mainan yang mereka miliki. Ketika belajar
bahasa Inggris, mereka tidak perlu kebingungan mengerti apa maksud sebuah
percakapan ketika melihat film kartun kesukaan mereka. Dengan memberikan
gambaran kegunaan dari sebuah pelajaran, maka semangat sang anak dalam belajar
dapat mengalami peningkatan hari demi hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar