Sabtu, 14 Mei 2016

Perkembangan Peserta Didik Ditinjau dari Faktor dan Teori



Perkembangan Peserta Didik
Oleh : Yunico L. Maure
No Registrasi : 13115020


Perkembangan Peserta Didik Ditinjau dari Faktor dan Teori


A. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan peseta didik
Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian perilaku genetik yang mendukung pentingnya pengaruh keturunan menunjukkan tentang pentingnya pengaruh lingkungan. Para ahli genetik menaruh minat yang sangat besar untuk mengetahui dengan pasti tentang variasi karakteristik yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Kecerdasan dan temperamen merupakan aspek-aspek yang paling banyak ditelaah dalam perkembangannya dipengaruhi oleh keturunan.

1.        Kecerdasan
Dalam hal ini jelas bahwa kecerdasan sangat memiliki pengaruh penting untuk perkembangan peserta didik, dikarenakan kecerdasan setiap orang berbeda-beda dalam menanggapi hal-hal yang terjadi di sekelilingnya. Menurut para ahli kecerdasan di pengaruhi oleh keturunan, hal ini tidak bisa di bantah sepenuhnya karena dalam kenyataan nya banyak contoh-contoh seorang peserta didik yang cerdas karena memiliki orang tua yang cerdas juga.
2.     Temperamen
Temperamen adalah gaya perilaku karakteristik individu dalam merespons. Ahli-ahli perkembangan sangat tertarik mengenai temperamen bayi. Sebagian bayi sangat aktif menggerak-gerakkan tangan, kaki dan mulutnya dengan keras, sebagian lagi lebih tenang, sebagian anak menjelajahi lingkungannya dengan giat pada waktu yang lama dan sebagian lagi tidak demikian. Sebagian bayi merespons orang lain dengan hangat, sebagian lagi pasif dan acuh tidak acuh. Gaya-gaya perilaku tersebut diatas menunjukkan temperamen seseorang.

3.    Interaksi Keturunan Lingkungan dan Perkembangan
Keturunan dan lingkungan berjalan bersama atau bekerja sama dan menghasilkan individu dengan kecerdasan, temperamen tinggi, berat badan dan minat yang khas. Pengaruh genetik terhadap kecerdasan terjadi pada awal perkembangan anak dan berlanjut terus sampai dewasa. Telah kita ketahui pula bahwa dengan dibesarkan pada keluarga yang sama dapat terjadi perbedaan kecerdasan secara individual dengan variasi yang kecil pada kepribadian dan minat. Salah satu alasan yang mungkin terjadi karena keluarga mempunyai penekanan yang sama kepada anak-anaknya berkenaan dengan perkembangan kecerdasan yaitu dengan mendorong anak mencapai tingkat tertinggi.
B. Teori Perkembangan
1.        Teori Jean Piaget
Tujuan teori Piaget adalah untuk menjelaskan mekanisme dan proses perkembangan intelektual sejak masa bayi dan kemudian masa kanak-kanak yang berkembang menjadi seorang individu yang dapat bernalar dan berpikir menggunakan hipotesis-hipotesis. Piaget menyimpulkan dari penelitiannya bahwa organisme bukanlah agen yang pasif dalam perkembangan genetik. Perubahan genetik bukan peristiwa yang menuju kelangsungan hidup suatu organisme melainkan adanya adaptasi terhadap lingkungannya dan adanya interaksi antara organisme dan lingkungannya.

2.        Teori Sigmund Freud
Menurut Sigmund Freud dalam Yupi Supartini ( 2004 ), perkembangan  psikososial anak dibagi menjadi:
a.          Fase Oral
b.         Fase anal
c.          Fase Oedipal/falik
d.         Fase laten
e.         Fase genital

3.        Teori Erik Erikson
Erikson berpendapat bahwa pandangan-pandangannya sesuai dengan ajaran dasar psikoanalisis yang diletakkan oleh Freud. Jadi dapat dikatakan bahwa Erikson adalah seorang post-freudian atau neofreudian. Akan tetapi, teori Erikson lebih tertuju pada masyarakat dan kebudayaan.

Jadi , kesimpulan yang dapat diambil adalah peserta didik dapat berkembang karena adanya faktor-faktor seperti kecerdasan, tempramen dan Interaksi Keturunan Lingkungan dan Perkembangan. Oleh karena itu para ahli memiliki teori masing-masing berdasarkan pada faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan peserta didik, sehingga tercipta Teori Jean Piaget, Teori Sigmund Freud dan Teori Erik Erikson yang menjadi acuan bagi para pendidik untuk mengarahkan peserta didik ke arah yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar