Perkembangan
Peserta Didik
Oleh : Yunico L. Maure
No
Registrasi : 13115020
Perkembangan Peserta Didik Ditinjau dari Faktor dan Teori
A. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan
peseta didik
Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian perilaku genetik yang
mendukung pentingnya pengaruh keturunan menunjukkan tentang pentingnya pengaruh
lingkungan. Para ahli genetik menaruh minat yang sangat besar untuk mengetahui
dengan pasti tentang variasi karakteristik yang dapat dipengaruhi oleh faktor
genetik. Kecerdasan dan temperamen merupakan aspek-aspek yang paling banyak
ditelaah dalam perkembangannya dipengaruhi oleh keturunan.
1. Kecerdasan
Dalam hal ini jelas bahwa kecerdasan sangat memiliki pengaruh penting
untuk perkembangan peserta didik, dikarenakan kecerdasan setiap orang
berbeda-beda dalam menanggapi hal-hal yang terjadi di sekelilingnya. Menurut
para ahli kecerdasan di pengaruhi oleh keturunan, hal ini tidak bisa di bantah
sepenuhnya karena dalam kenyataan nya banyak contoh-contoh seorang peserta
didik yang cerdas karena memiliki orang tua yang cerdas juga.
2. Temperamen
Temperamen adalah gaya perilaku karakteristik individu dalam merespons.
Ahli-ahli perkembangan sangat tertarik mengenai temperamen bayi. Sebagian bayi
sangat aktif menggerak-gerakkan tangan, kaki dan mulutnya dengan keras,
sebagian lagi lebih tenang, sebagian anak menjelajahi lingkungannya dengan giat
pada waktu yang lama dan sebagian lagi tidak demikian. Sebagian bayi merespons
orang lain dengan hangat, sebagian lagi pasif dan acuh tidak acuh. Gaya-gaya
perilaku tersebut diatas menunjukkan temperamen seseorang.
3. Interaksi Keturunan
Lingkungan dan Perkembangan
Keturunan dan lingkungan berjalan bersama atau bekerja sama dan
menghasilkan individu dengan kecerdasan, temperamen tinggi, berat badan dan
minat yang khas. Pengaruh genetik terhadap kecerdasan terjadi pada awal
perkembangan anak dan berlanjut terus sampai dewasa. Telah kita ketahui pula
bahwa dengan dibesarkan pada keluarga yang sama dapat terjadi perbedaan
kecerdasan secara individual dengan variasi yang kecil pada kepribadian dan
minat. Salah satu alasan yang mungkin terjadi karena keluarga mempunyai
penekanan yang sama kepada anak-anaknya berkenaan dengan perkembangan
kecerdasan yaitu dengan mendorong anak mencapai tingkat tertinggi.
B. Teori Perkembangan
1. Teori Jean Piaget
Tujuan teori Piaget adalah untuk menjelaskan mekanisme dan proses
perkembangan intelektual sejak masa bayi dan kemudian masa kanak-kanak yang
berkembang menjadi seorang individu yang dapat bernalar dan berpikir
menggunakan hipotesis-hipotesis. Piaget menyimpulkan dari penelitiannya bahwa
organisme bukanlah agen yang pasif dalam perkembangan genetik. Perubahan
genetik bukan peristiwa yang menuju kelangsungan hidup suatu organisme
melainkan adanya adaptasi terhadap lingkungannya dan adanya interaksi antara
organisme dan lingkungannya.
2. Teori Sigmund Freud
Menurut Sigmund Freud dalam Yupi Supartini ( 2004 ), perkembangan
psikososial anak dibagi menjadi:
a. Fase Oral
b. Fase anal
c. Fase
Oedipal/falik
d. Fase laten
e. Fase
genital
3. Teori Erik Erikson
Erikson berpendapat bahwa pandangan-pandangannya sesuai dengan ajaran
dasar psikoanalisis yang diletakkan oleh Freud. Jadi dapat dikatakan bahwa
Erikson adalah seorang post-freudian atau neofreudian. Akan tetapi, teori
Erikson lebih tertuju pada masyarakat dan kebudayaan.
Jadi , kesimpulan yang dapat diambil adalah peserta didik dapat
berkembang karena adanya faktor-faktor seperti kecerdasan, tempramen dan Interaksi Keturunan Lingkungan dan
Perkembangan. Oleh karena itu para ahli memiliki teori masing-masing
berdasarkan pada faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan peserta didik,
sehingga tercipta Teori Jean Piaget, Teori
Sigmund Freud dan Teori Erik Erikson yang menjadi acuan bagi para pendidik
untuk mengarahkan peserta didik ke arah yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar