PERAN KELUARGA
DALAM PENDIDIKAN
Oleh : Humaira
Hardiyanti Syah
No. Regis :
13115058
Pendidikan merupakan
hal terpenting untuk membentuk kepribadian. Pendidikan itu tidak selalu berasal
dari pendidikan formal seperti sekolah atau perguruan tinggi. Pendidikan
informan dan non-forma pun memiliki peran yang sama untuk membentuk
kepribadian, terutama anak atau peserta didik.
Pendidikan merupakan
salah satu faktor yang paling mendasar dalam siklus kehidupan manusia mulai lahir
hingga akhir hayat. Secara konsep, pendidikan merupakan suatu upaya yang
dilakukan secara sadar dan terencana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan
mencerdaskan manusia Indonesia seutuhnya agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab. Pendidikan adalah suatu proses
transfer ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dilakukan oleh guru kepada
anak didiknya. Selain itu, pendidikan adalah alat untuk merubah cara berpkir
kita dari cara berpikir tradisional ke cara
berpikir ilmiah (modern).
Ada beberapa
pokok pembahasan yang akan saya bahas, yaitu :
a. Peran
Keluarga dalam Pendidikan
Untuk mewujudkan
pendidikan yang berkualitas tidak terlepas dari adanya peran keluarga, pemerintah dan masarakat.
Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karena
sebagian besar kehidupan anak didalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling
banyak diterima anak adalah dalam keluarga. Menurut Hasbullah (1997), dalam tulisannya tentang
dasar-dasar ilmu pendidikan, bahwa keluarga sebagai lembaga pendidikan memiliki
beberapa fungsi, yaitu yang pertama fungsi dalam perkembangan dalam kepribadian
anak dan mendidik anak dirumah, kedua fungsi
keluarga/orang tua dalam menukung pendidikan
di sekolah.
.
Proses pembentukan
tingkah laku atau kepribadian ini hendaklah dimulai dari masa kanak-kanak, yang
dimulai dari selesainya masa menyusui hingga anak berumur enam atau tujuh
tahun. Masa ini terasuk masa yang sangat sensitif bagi perkembangan kemampuan
berbahasa, cara berpikir dan sosialisasi anak. Didalamnya terjadilah proses
pembentukan jiwa anak yang menjadi dasar keselamatan mental dan moralnya. Pada
saat ini, orang tua harus
memberikan perhatian ekstra terhadap masalah pendidikan anak dan mempersiapkannya untuk menjadi
insan yang handal dan aktif dimasyarakatnya
kelak.
Dilihat dari segi
pendidikan, keluarga merupakan suatu kesatuan hidup (sistem social) dan
keluarga menyediakan situasi belajar. Sebagai satu kesatuan hidup bersama
(system social) keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ikatan kekeluargaan
membentuk anak mengembangkan sifat persahabatan, cinta kasih, hubungan antar
pribadi, kerja sama, disiplin, tingkah laku yang baik, serta pengakuan atau
kewibawaan. Sumbangan keluarga bagi pendidikan anak adalah :
1.
Melatih
anak menguasai cara-cara mengurus diri, seperti cara makan, berbicara,
berjalan, berdoa dan yang lainnya. Hal ini berkaitan erat dengan pengembangan diri
anak sebagai seorang pribadi.
2.
Sikap
orang tua kepada anak sangat mempengaruhi perkembangan anak. Sikap menerima
atau menolak, sayang atau acuh tak acuh, sabar atau terburu-buru, serta
melindungi atau membiarkan anak, secara langsung memberikan pengaruh kepada
anak dalam hal reaksi emosional anak.
Keluarga merupakan lembaga pendidikan
yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia
dilahirkan serta berkembang menjadi dewasa. Bentuk dan isi serta cara-cara
pendidikan didalam keluarga akan selalu mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya
watak, budi pekerti dan kepribadian tiap-tiap manusia. Pendidikan yang diterima
dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk
mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah.
Hal ini berarti keluarga memiliki
tanggung jawab kepada anak dalam hal pendidikan. Tanggung jawab pendidikan yang
perlu disadarkan dan dibina oleh kedua orang tua terhadap anak antara lain :
a.
Memelihara
dan membesarkannya, tanggung jawab ini alami untuk dilaksanakan.
b.
Melindungi
dan menjamin kesehatannya, baik secara jasmani maupun rohaniah dari berbagai
gangguan penyakit atau bahaya lingkungan yang dapat membahayakan dirinya.
c.
Mendidiknya
dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupannya
kelak sehingga bila ia telah dewasa mampu berdiri sendiri dan membantu orang
lain.
d.
Membahagiakan
anak untuk dunia dan akhirat dengan memberinya pendidikan agama sesuai dengan
ketentuan Tuhan sebagai tujuan akhir hidup manusia.
Tugas utama keluarga bagi
penddikan anak ialah peletak dasar bagi pendidikan, namun perlu didasari oleh
teori pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Artinya keluarga juga
harus memahami masalah atau hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana mendidik
anak sesuai dengan perkembangan anak. Bila hal ini dapat dilakukan oleh setiap
orang tua, maka generasi mendatang telah mempunyai kekuatan mental menghadapi
perubahan dalam masyarakat. Untuk berbuat demikian, tentu saja orang tua perlu
meningkatkan ilmu dan keterampilannya sebagai pendidik pertama dan utama dalam
keluarga.
Disamping itu keluarga
dalam mendidik tidak boleh memaksakan kehendak kepada anak, namun harus
memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dengan tetap mendampingi agar
anak tidak salah dalam memilih.
b.
Upaya Orang Tua dalam Mendidik Anak
Upaya orang tua dalam
mendidik anak tidaklah semudah membalik telapak tangan. Perlu kesabaran dan
kreativitas yang tinggi dari pihak orang tua. Secara umum, dalam hal ini ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam endidik anak :
1.
Orang
tua perlu memahami apa yang dimaksud dengan pendidikan anak dan tujuannya.
2.
Banyak
menggali informasi tentang pendidikan anak.
3.
Memahami
kiat mendidik anak secara praktis. Dengan demikian setiap gejala dalam
tahap-tahap pertumbuhan anak dapat ditanggapi dengan cepat.
4.
Sebelum
mentransfer nilai, kedua orang tua harus melaksanakan lebih dulu dalam
kehidupan sehari-hari. Karena diusia kecil, anak-anak cerdas cenderung meniru
dan merekam segala perbuatan orang terdekat. Sejak dini mengenalkan Yang Maha
Kuasa pada anak, juga untuk mendasari jiwa dan akalnya sebelum mengenal
pengetahuan yang lain.
5.
Menjaga
lingkungan si anak, harus menciptakan lingkungan yang sesuai dengan ajaran yang
diberikan pada anak.
Akan tetapi, dalam
mendidik anak orang tua hendaknya berperan sesuai dengan fungsinya
masing-masing serta saling mendukung dan membantu. Bila salah satu fungsi
rusak, anak akan kehilangan identitas. Pembagian tugas dalam rumah tangga sudah
jelas, peran ayah tidak diabaikan, tetapi peran ibu menjadi hal yang sangat
penting dan menentukan.
Demikian
artikel singkat ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi pembacanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar