Jumat, 13 Mei 2016

Peran Keluarga Dalam Pendidikan



PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN
Oleh : Humaira Hardiyanti Syah
No. Regis : 13115058

Pendidikan merupakan hal terpenting untuk membentuk kepribadian. Pendidikan itu tidak selalu berasal dari pendidikan formal seperti sekolah atau perguruan tinggi. Pendidikan informan dan non-forma pun memiliki peran yang sama untuk membentuk kepribadian, terutama anak atau peserta didik.
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang paling mendasar dalam siklus kehidupan manusia mulai lahir hingga akhir hayat. Secara konsep, pendidikan merupakan suatu upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mencerdaskan manusia Indonesia seutuhnya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pendidikan adalah suatu proses transfer ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dilakukan oleh guru kepada anak didiknya. Selain itu, pendidikan adalah alat untuk merubah cara berpkir kita dari cara berpikir tradisional ke cara berpikir ilmiah (modern).
Ada beberapa pokok pembahasan yang akan saya bahas, yaitu :
a.      Peran Keluarga dalam Pendidikan
Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas tidak terlepas dari adanya peran keluarga, pemerintah dan masarakat. Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karena sebagian besar kehidupan anak didalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga. Menurut Hasbullah (1997), dalam tulisannya tentang dasar-dasar ilmu pendidikan, bahwa keluarga sebagai lembaga pendidikan memiliki beberapa fungsi, yaitu yang pertama fungsi dalam perkembangan dalam kepribadian anak dan mendidik anak dirumah, kedua fungsi  keluarga/orang tua dalam menukung pendidikan di sekolah.
.
Proses pembentukan tingkah laku atau kepribadian ini hendaklah dimulai dari masa kanak-kanak, yang dimulai dari selesainya masa menyusui hingga anak berumur enam atau tujuh tahun. Masa ini terasuk masa yang sangat sensitif bagi perkembangan kemampuan berbahasa, cara berpikir dan sosialisasi anak. Didalamnya terjadilah proses pembentukan jiwa anak yang menjadi dasar keselamatan mental dan moralnya. Pada saat ini, orang tua harus memberikan perhatian ekstra terhadap masalah pendidikan anak dan mempersiapkannya untuk menjadi insan yang handal dan aktif dimasyarakatnya kelak.
Dilihat dari segi pendidikan, keluarga merupakan suatu kesatuan hidup (sistem social) dan keluarga menyediakan situasi belajar. Sebagai satu kesatuan hidup bersama (system social) keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ikatan kekeluargaan membentuk anak mengembangkan sifat persahabatan, cinta kasih, hubungan antar pribadi, kerja sama, disiplin, tingkah laku yang baik, serta pengakuan atau kewibawaan. Sumbangan keluarga bagi pendidikan anak adalah :
1.      Melatih anak menguasai cara-cara mengurus diri, seperti cara makan, berbicara, berjalan, berdoa dan yang lainnya. Hal ini berkaitan erat dengan pengembangan diri anak sebagai seorang pribadi.
2.      Sikap orang tua kepada anak sangat mempengaruhi perkembangan anak. Sikap menerima atau menolak, sayang atau acuh tak acuh, sabar atau terburu-buru, serta melindungi atau membiarkan anak, secara langsung memberikan pengaruh kepada anak dalam hal reaksi emosional anak.
Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia dilahirkan serta berkembang menjadi dewasa. Bentuk dan isi serta cara-cara pendidikan didalam keluarga akan selalu mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya watak, budi pekerti dan kepribadian tiap-tiap manusia. Pendidikan yang diterima dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah.
Hal ini berarti keluarga memiliki tanggung jawab kepada anak dalam hal pendidikan. Tanggung jawab pendidikan yang perlu disadarkan dan dibina oleh kedua orang tua terhadap anak antara lain :
a.       Memelihara dan membesarkannya, tanggung jawab ini alami untuk dilaksanakan.
b.      Melindungi dan menjamin kesehatannya, baik secara jasmani maupun rohaniah dari berbagai gangguan penyakit atau bahaya lingkungan yang dapat membahayakan dirinya.
c.       Mendidiknya dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupannya kelak sehingga bila ia telah dewasa mampu berdiri sendiri dan membantu orang lain.
d.      Membahagiakan anak untuk dunia dan akhirat dengan memberinya pendidikan agama sesuai dengan ketentuan Tuhan sebagai tujuan akhir hidup manusia.
Tugas utama keluarga bagi penddikan anak ialah peletak dasar bagi pendidikan, namun perlu didasari oleh teori pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Artinya keluarga juga harus memahami masalah atau hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana mendidik anak sesuai dengan perkembangan anak. Bila hal ini dapat dilakukan oleh setiap orang tua, maka generasi mendatang telah mempunyai kekuatan mental menghadapi perubahan dalam masyarakat. Untuk berbuat demikian, tentu saja orang tua perlu meningkatkan ilmu dan keterampilannya sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga.
Disamping itu keluarga dalam mendidik tidak boleh memaksakan kehendak kepada anak, namun harus memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dengan tetap mendampingi agar anak tidak salah dalam memilih.

b.      Upaya Orang Tua dalam Mendidik Anak
Upaya orang tua dalam mendidik anak tidaklah semudah membalik telapak tangan. Perlu kesabaran dan kreativitas yang tinggi dari pihak orang tua. Secara umum, dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam endidik anak :
1.      Orang tua perlu memahami apa yang dimaksud dengan pendidikan anak dan tujuannya.
2.      Banyak menggali informasi tentang pendidikan anak.
3.      Memahami kiat mendidik anak secara praktis. Dengan demikian setiap gejala dalam tahap-tahap pertumbuhan anak dapat ditanggapi dengan cepat.
4.      Sebelum mentransfer nilai, kedua orang tua harus melaksanakan lebih dulu dalam kehidupan sehari-hari. Karena diusia kecil, anak-anak cerdas cenderung meniru dan merekam segala perbuatan orang terdekat. Sejak dini mengenalkan Yang Maha Kuasa pada anak, juga untuk mendasari jiwa dan akalnya sebelum mengenal pengetahuan yang lain.
5.      Menjaga lingkungan si anak, harus menciptakan lingkungan yang sesuai dengan ajaran yang diberikan pada anak.
Akan tetapi, dalam mendidik anak orang tua hendaknya berperan sesuai dengan fungsinya masing-masing serta saling mendukung dan membantu. Bila salah satu fungsi rusak, anak akan kehilangan identitas. Pembagian tugas dalam rumah tangga sudah jelas, peran ayah tidak diabaikan, tetapi peran ibu menjadi hal yang sangat penting dan menentukan.
Demikian artikel singkat ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi pembacanya.

Blog_sumber_Peran_Keluarga_dalam_Pendidikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar